Share this article

Tingkat Kematangan dan karakteristik kopi yang wajib di ketahui !

Hai Coffee lovers!!! Disini akan membahas akan kematangan dan karakteristik kopi yang belum di jelaskan pada artikel-artikel lainnya. Kita akan membahas dari satu persatu, untuk para pembaca mohon di baca sampai habis ya supaya kamu kamu bisa lebih memahami tentang kematangan kopi dan karakteristik kopi juga.

Dimana karakteristik Indonesia tak hanya ada pada seni, budaya, adat, bahasa, atau pun suku saja. Kopi juga mempunyai keanekaragaman citarasa dan karakteristik yang khas. Kopi juga salah satu penyumbang pendapatan negara dari segi komoditas ekspor terbesar di negara ini. Dimana setiap daerah menyumbangkan pendapatan komoditasnya dari segi produksi kopi yang ada di Indonesia ini serta setiap daerah juga mempunyai karakterisitik cita rasa kopi yang khas, dan yang membedakannya dengan kopi dari daerah lain atau pun negara lain. Untuk mengetahui betapa besar nya dampak komoditi kopi di Indonesia dapat di lihat disini

Kenapa bisa dikatakan kopi Indonesia mempunyai karakteristik tersendiri? Karena kopi adalah tanaman yang unik dan mempunyai tingkat kesensitifan dan mempunyai cita rasa. Pada  umumnya karekter kopi bisa berbeda berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi tanamanannya,  buah nya hingga proses pengolahan dan tingkat kematangan biji kopi pasca panen pun sangat mempengaruhi cita rasa yang di miliki oleh biji kopi tersebut. Tingkat kematangan dan karakteristik kopi akan di jelaskan pada tulisan ini,

Tingkat Kematangan dan karakteristik kopi

Di era modern saat ini juga, perkembangan dunia kopi semakin pesat dan penikmat kopi juga semakin kritis dalam menilai cita rasa kopi yang menghasilkan hasil roasting kopi yang baik dan berkualitas itu menjadi sebuah keniscayaan terhadapa kopi tersebut. Ketika era speciality belum memasuki Indonesia, kebanyakan orang berpikir bahwa kopi itu seharusnya mempunyai rasa yang pahit dan tidak asam. Jika kopi terasa asam, kebanyakan para coffee lovers tidak akan menyukai nya dikarenakan mempunyai rasa yang asam, ketika  memasuki era specialty , para penikmat kopi mulai mencari cita rasa kopi yang berbeda, yang mempunyai rasa lebih bervariasi, lebih sweet, lebih balance, lebih mempunyai aroma yang khas, dan beragam cita rasa yang lainnya.

Karakteristik kopi juga akan di tentukan oleh aroma, body, acidity, flavour, aftertaste, sweetness.

  • Aroma yang khas
    Aroma yang khas adalah sensasi aroma atau bau yang di keluarkan oleh seduhan minuman kopi. Aroma yang di keluarkan oleh kopi akan  dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu pertumbuhan kopi di kebun,  ketinggian  kebun, pengolahan saat pasca panen dan aroma yang terbentuk pada saat roasting.
  • Accidity
    Accidity adalah keasaman yang terkandung dalam kopi arabika tentu lebih jelas terasa di bandingkan jenis kopi robusta yang di pengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya karakter bawaan dari tumbuhan tersebut.
  • Body
    Body adalah penentu kualitas kopi .
  • Flavour
    Flavour adalah  sensasi rasa yang dihasilkan bahan makanan atau minuman ketika diletakan dalam mulut terutama yang ditimbulkan oleh rasa dan aroma.
  • Aftertaste
    Aftertaste adalah  sensasi rasa kopi yang  bertahan lama di mulut  setelah kita meminumnya dan citarasa aftertaste akan memberikan sensasi kenangan akan rasa bagi para penikmat kopi.
  • Sweetness
    Sweetness adalah rasa manis yang ditimbulkan pada  kopi, citarasa sweetness yang di timbulkan pada kopi arabika lebih dominan dibandingkan  kopi robusta, kopi arabika akan terasa lebih manis apabila  disangrai dengan  baik , rasa manis yang diberikan kopi di pengaruhi oleh kualitas kopi itu sendiri.

Coffee Roasting adalah proses pemanggangan kopi hingga menjadi kopi yang sudah matang. Dimana proses ini termasuk proses yang penting karena pemangganan kopi menentukan rasa kopi  yang dihasilkan. Dimana proses roasting ini memiliki pengaruh hingga 30 persen pada aroma dan rasa kopi. Pada proses tersebut, biji kopi akan mengalami banyak perubahan mulai dari pengurangan kadar air, perubahan berat dan ukuran, hingga perubahan warna.

Fokus utama pada roasting saat ini akan tertuju pada teknik roasting yang digunakan untuk mencapai tingkat kematangan yang baik juga dan tingkat kematangan biji kopi akan menghasilkan indikator roasting. Indikator roasting (Light roast, medium roast, medium dark roast dan dark roast ) sebagai indikator utama.

  • Light roast.
    Light roast biasanya menghasilkan biji yang berwarna coklat muda, cenderung terang, dan gak mengandung minyak di permukaan bijinya. Light roast ini mempunyai tingkat keasaman (acidity) yang masih maksimal. Namun, karakter yang keluar pada light roast belum maksimal.
    Profile light roast ini, jika proses roasting nya kurang maksimal, sering menyebabkan underdevelop ( kematangan biji kopi yang belum menyeluruh )
Tingkat kematangan

Light roast

  • Medium roast
    Medium roast memiliki warna biji yang lebih sedikit kecokelatan. Permukaan bijinya tidak berminyak dan lebih halus daripada light roast. Hasil roastnya juga memiliki rasa  yang seimbang (balance),aroma dan tingkat keasaman yang lebih seimbang dengan kadar kafein yang lebih sedikit . Profile medium ini bisa dikatakan adalah profile yang tingkat kematangannya sudah sempurna atau proper develop, untuk mendapatkan tingkat kematangan yang sempurna, harus melakukan dengan teknik yang benar dan menggunakan suhu 210°C- 220°C.

    Tingkat kematangan

    Medium roast

  • Medium dark roast
    Medium dark roast memiliki warna yang lebih gelap dan sedikit berminyak pada permukaan bijinya. Proses medium dark roast menggunakan suhu 225° C atau 230°. Rasa dan aroma yang dimunculkan melalui proses medium dark roast lebih terasa dan memiliki aroma yang khas seperti aroma gosong.

    Tingkat kematangan

    Medium roast

 

  • Dark roast
    Dark roast cenderung berwarna coklat tua dan tingkat rasa yang pahit tetapi dark roast akan membuat rasa lebih sweatness, yang dimana ciri khas kopi Arabica menjadi kurang bahkan rasa khas kopi Arabica akan hilang. Profile ini dominan  rasa pahit, jika melakukan teknik roasting yang kurang baik, dan pada saat melakukan teknik roasting yang salah akan membuat karakter kopi menjadi bercita rasa yang rata ( flat) atau mempunyai beraroma yang gosong.

    Tingkat kematangan

    Dark roast

     

Share this article
id_IDIndonesian
en_USEnglish id_IDIndonesian