Share this article

Kopi Indonesia sudah sejak lama dikenal di penjuru dunia. Negara ini memang diakui sebagai salah satu penghasil biji kopi terbaik. Banyak biji kopi Indonesia yang mendunia dan diekspor ke luar negeri, lalu jadi primadona.

Dengan letak geografis nya yang berada di sekitar khatulistiwa, menjadikan Indonesia beriklim tropis dengan cuaca yang sangat bersahabat, tidak terlampau panas maupun terlalu dingin. Lintasan gunung berapi yang telah ada sejak jutaan tahun lalu dan mengeluarkan materi vulkanis juga turut berpengaruh terhadap kondisi tanahnya yang subur.

Masih ingat pada lagu Koes Plus yang menyebut, “tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman”? Memang benar adanya penggalan dari lirik lagu ini. Contoh nyatanya adalah kopi. Meski bukan asli Indonesia, namun kopi dapat tumbuh subur di hampir seluruh daerah di Negeri ini.

Sejalan dengan maraknya pertumbuhan usaha kedai kopi di Tanah Air, para pelakunya pun juga semakin gencar mempromosikan biji kopi dari berbagai daerah. Tak hanya pasar domestik, produksi kopi kita juga telah banyak merambah pasar mancanegara.

Menurut data Kementerian Perdagangan di tahun 2016, saat ini pangsa pasar ekspor terbesar untuk kopi Indonesia adalah Brasil, Kolombia, Vietnam, Kanada, dan Guatemala, dan urutan ke-6 adalah pasar Amerika Serikat.

Varian kopi Indonesia yang menjadi favorit di pasar internasional antara lain:

 

  1. Kopi Mandaling

Kopi Mandailing (Mandheling coffee) merupakan jenis kopi arabika yang dibawa oleh Belanda ke Indonesia pada tahun 1699. Jenis kopi arabika ini ditanam pertama kali di daerah Mandailing Natal, Kapubaten Pakantan, Sumatera Utara, berlokasi di sekitar Danau Toba, kemudian berlanjut ke Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah.

 

Kopi Indonesia

Kopi yang tumbuh di ketinggian 1.200 mdpl ini telah dikenal dunia sejak tahun 1878. Saat ini pasar ekspornya mencapai hingga ke negara Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan.

Kopi Mandailing hanya dapat ditemukan di dataran Mandailing, dan tidak ada satu daerah pun di Indonesia dan di dunia yang dapat menanam kopi Mandailing yang memiliki cita rasa keasaman medium dan mirip cokelat, kekentalan yang pas, rasa akhir manis, serta aroma floral bercampur fruity yang kuat ini.

     2. Kopi Gayo

 

Arabika gayo

Pada ajang Lelang Special Kopi Indonesia tanggal 10 Oktober 2010 di Bali, Kopi arabika Gayo merupakan kopi khusus (specialty), yang berhasil meraih skor cupping test di atas 80. Cupping test merupakan salah satu cara untuk menentukan cita rasa kopi dan memberikan jaminan mutu kopi. Sertifikasi dan prestasi ini semakin memantapkan posisi kopi Gayo sebagai kopi organik terbaik di dunia.

Lebih dari itu, kopi jenis arabika asal dataran tinggi Gayo ini juga sempat menjadi kopi termahal di dunia pada tahun 2011 lalu. Ini terjadi dalam pameran kopi dunia yang diselenggarakan oleh organisasi Specialty Coffee Association of America (SCAA) di Portland, Oregon Convention Center, Amerika Serikat.

Saat itu, kopi Amerika Latin dibandrol seharga 3,5–4 USD per kilogram atau sekitar Rp 32.000 -37.000 per kilogram, sedangkan kopi Gayo seharga 7,2–8 USD per kilogram atau sekitar Rp 67.000–74.000 per kilogram. Kopi Gayo memiliki cita rasa khas dibandingkan dari negara lain, sehingga harganya lebih mahal.

     3. Kopi Luwak

 

Kopi Indonesia

Kopi luwak dianggap sebagai kopi termahal di dunia. Mahalnya kopi ini, dikarenakan metode dalam memproduksi biji kopinya yang tidak biasa. Biji kopi luwak diambil langsung dari feses hewan luwak.

Luwak digolongkan sebagai hewan omnivora yang memakan segala jenis makanan, termasuk buah dan biji-bijian. Biji kopi yang dimakan oleh luwak tidak tercerna dengan baik, sehingga dapat dikeluarkan kembali secara utuh dalam bentuk feses. Tapi selama proses pencernaan hewan nokturnal ini, biji kopi akan mengalami fermentasi yang menghasilkan cita rasa dan aroma kopi begitu kuat dan unik.

Produsen kopi luwak tersebar di berbagai kepulauan di Indonesia, seperti Aceh, Sumatera Utara, Bali, Jawa, Flores, Papua. Kopi luwak mampu menembus pasar mancanegara meliputi Amerika Serikat, Korea, Jepang, Australia, dan Eropa.

Harga biji sangrai kopi luwak arabika dibanderol seharga Rp 200 ribu sampai Rp 2,4 juta per kilogram, sedangkan jenis biji sangrai kopi luwak robusta cenderung lebih murah, yaitu Rp 100–700 ribu per kilogram.

     4. Kopi Gunung Puntang

 

Kopi Indonesia

Kabar gembira sempat datang dari Gunung Puntang, Bandung, Jawa Barat. Biji kopi dari daerah tersebut menjuarai lelang kopi dunia di Atlanta, Amerika Serikat, pada bulan April 2016 lalu. Kopi Gunung Puntang mendapat harga termahal di Specialty Coffee Association of America (SCAA), yaitu 55 USD per kilogram green bean.

Kopi yang dikenal sebagai Java Preanger tersebut, kini harganya mencapai Rp 200.000 per kilogram untuk pasar lokal, dan Rp 600.000 per kilogram untuk harga ekspor.

Menurut catatan, bibit kopi Gunung Puntang berasal dari Kenya yang terletak di kawasan Afrika Timur. Namun cita rasa khas Kenya sudah tidak otentik lagi pada kopi Gunung Puntang ini.

     5. Kopi Kintamani

 

Bali Coffee Kintamani

Jenis kopi arabika ini dihasilkan dari kawasan dingin Kintamani, di Bali. Cara penanaman kopi ini menggunakan teknik tumpang sari yang sama dengan penanaman sayur, cokelat dan jeruk. Karena proses penanamannya yang dekat dengan tanaman jeruk inilah yang menghasilkan cita rasa kopi yang unik, yaitu terasa asam dan terasa segar.

Pengolahan kopi Kintamani juga terbilang menarik karena melalui proses giling basah (wet processed), yakni metode yang lazim digunakan untuk jenis kopi arabika. Metode ini lebih mahal dibandingkan proses kering, tapi cukup worth it mengingat harga jual kopi arabika lebih mahal daripada kopi robusta.

Sejak tahun 2008 lalu, kopi Kintamani mampu menembus pasar mancanegara. Kopi Kintamani bahkan telah diekspor ke beberapa negara antara lain ke Jepang, Eropa, Arab Saudi, dan Australia. Tetapi yang paling banyak diekspor adalah ke Jepang yang mencapai 125 ton per tahun.

     6. Kopi Bajawa

 

Flores Bajawa

Kopi Bajawa berasal dari Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur. Daerah ini memang terkenal dengan keindahan alamnya. Kopi Bajawa disebut sebagai kopi single origin, yang memiliki harga jual yang cukup tinggi yaitu Rp 100 ribu per kilogram.

Sejak tahun 2010, kopi Bajawa telah diekspor hampir ke keseluruh dunia, dengan ekspor paling banyak ke Amerika Serikat dan Eropa. Setiap tahun permintaan ekspor kopi Bajawa ke Amerika Serikat mencapai 1.000 ton per tahun.

Kopi jenis arabika ini tumbuh di ketinggian 1.300 mdpl, di kelilingi oleh pegunungan yang masih aktif. Kopi Flores Bajawa diolah melalui proses giling basah. Kopi ini memiliki sedikit aroma buah-buahan dan sedikit aroma tembakau pada after taste-nya, sebuah keunikan yang mungkin tak didapatkan dari biji kopi dari daerah lain.

     7. Kopi Toraja

 

Toraja Coffee

Kopi Toraja sering disebut sebagai “Queen of Coffee” karena mempunyai cita rasa yang seimbang dan unik antara rasa pahit dan asam, dan aroma herbal yang tidak ditemukan pada kopi lainnya. Kopi jenis arabika ini berasal dari Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Kopi Toraja juga terkenal di luar negeri, salah satunya adalah Key Coffee yang merupakan sebuah merk dagang kopi di Jepang dan Amerika Serikat yang mengkhususkan diri dalam memproduksi aneka produk kopi berbahan baku kopi Toraja. Di Jepang sendiri, kopi Toraja di anggap sebagai barang mewah, sekitar 40% kopi yang beredar di Jepang adalah kopi Toraja.

     8. Kopi Tanggamus

 

Robusta Tanggamus

Sejak lima tahun lalu, Provinsi Lampung memiliki konsep “one village one product” atau satu desa satu produk. Di salah satu kabupaten di Lampung, yaitu Tanggamus telah menghasilkan produk berupa kopi robusta organik yang mampu menembus pasar mancanegara. Bahkan sejak tahun 2011, produk kopi dari Tanggamus telah diekspor ke Singapura, Malaysia dan Dubai.

Kopi robusta dari Tanggamus ditanam pada ketinggian di atas 600 mdpl yang dekat dengan pegunungan. Kekhasan kopi Tanggamus selain karena faktor kesuburan tanah, juga karena proses budidaya kopi yang dilakukan secara organik dan tidak menggunakan pupuk kimia. Kopi Tanggamus bertekstur kasar, pahit, dan mengandung kafein yang tinggi.

Share this article
id_IDIndonesian
en_USEnglish id_IDIndonesian